Kekeliruan yang Sering Diabaikan Pada Pemakaian Bahan Pembersih Rumah Tangga


Jaga kebersihan rumah dengan pembersih rumah tangga bisa menghindari Anda dari paparan bakteri pemicu penyakit atau alergen. Tetapi, memakai beberapa bahan pembersih tidak dapat asal-asalan. Masalahnya paparan bahan kimia dapat merubah kesehatan badan. Yuk, lihat beberapa kekeliruan yang seringkali dikerjakan saat gunakan bahan pembersih rumah tangga di bawah ini. 

Kekeliruan gunakan bahan pembersih rumah tangga 

Dari mulai sabun, detergen, pemutih, pewangi serta pembersih lantai, Anda pakai untuk jaga rumah masih bersih. Tetapi, walau seringkali dipakai, bukan bermakna sudah semua memahami langkah menggunakannya secara benar. 

Walau sebenarnya, bila bahan kimia pembersih dipakai, atau serta disimpan, secara salah, dapat mengakibatkan permasalahan. Entahlah mengganggu kesehatan atau justru membuat Anda jadi boros. 

Beberapa kekeliruan memakai pembersih rumah tangga di bawah ini seringkali dikerjakan. Jangan pernah Anda pun mengerjakannya. 

1. Gunakan bahan pembersih terlalu berlebih 

Beberapa orang memakai pembersih dalam jumlahnya yang terlalu berlebih. Maksudnya, supaya bahan pembersih kerja lebih kuat dalam bersihkan perlengkapan serta perlengkapan yang berada di rumah. 

Walau sebenarnya, memakai bahan pembersih kimia begitu boros akan membuat bertambah cepat habis dari waktu yang semestinya. 

Kekeliruan gunakan bahan pembersih rumah tangga yang satu ini kenyataannya tidak selamanya efisien bersihkan rumah, justru dapat berefek jelek pada kesehatan. 

Contohnya saja Anda memakai pembersih serta pewangi lantai umumnya dapat membuat lantai jadi licin. Anda dapat tergelincir saat melalui lantai yang basah sesudah dibikin bersih. 

Sesudah kering juga, lantai akan jadi lengket. Ini pasti membuat Anda tidak nyaman saat harus mencapai lantai. 

Contoh lain, saat Anda memakai pemutih baju. Kebanyakan memakainya malah dapat memudarkan warna baju Anda. 

2. Langsung dibikin bersih sesudah ditetesi bahan pembersih 

Sama dengan obat, bahan pembersih rumah tangga memakan waktu untuk kerja efisien bersihkan rumah. 

Sayangnya, beberapa kekeliruan langkah gunakan, seperti langsung bersihkan atau mengelap bahan pembersih rumah saat diteteskan, masih seringkali dikerjakan. Mengakibatkan, bahan aktif pembersih itu tidak bisa kerja optimal. 

Jadi, waktu Anda meneteskan pembersih pada kloset atau perlengkapan besi, semestinya tunggu beberapa waktu lebih dulu. Sesudahnya, gosokkan dengan sikat atau kain basah serta basuh dengan air bersih. 

Dengan demikian, pembersih itu dapat betul-betul bersihkan perlengkapan rumah Anda dengan optimal. 

3. Mencampurkan pemutih dengan pembersih lain 

Tidak hanya tidak bisa menggunakannya terlalu berlebih, pemutih pun tidak bisa digabung dengan pembersih lain. Misalnya, mencampurkan pemutih waktu membersihkan pakaian dengan pembersih lain yang memiliki kandungan amonia atau cuka. 

Saat senyawa itu bersatu, akan terbentuk gas klorin yang mengakibatkan iritasi mata atau permasalahan pernafasan jika terhirup, seperti sesak napas. 

Jadi, coba untuk mengeceknya satu kali lagi supaya Anda tidak lakukan kekeliruan gunakan pembersih rumah yang satu ini. Kesehatan Anda juga tidak akan terimbas. 

4. Menyemprotkan bahan pembersih langsung 

Anda mungkin sering menyemprotkan cairan pembersih langsung pada kaca rumah Anda. Tetapi, tahukah Anda jika sebetulnya, ini adalah salah satunya kekeliruan yang seringkali dikerjakan waktu gunakan pembersih rumah. 

Banyak yang tidak sadar, rutinitas ini dapat mengakibatkan bahan pembersih menumpuk di kaca. Bila tidak mengelapnya secara cepat, bahan pembersih akan mengalir ke sisi bawah kaca, jadi kering, serta membuat penampilan kaca jadi kotor. 

Supaya lebih efisien, semprotkan larutan pembersih pada kain membersih. Lalu gosokkan pada permukaan kaca dengan pergerakan searah sampai bersih. 

5. Tidak gunakan sarung tangan 

Kekeliruan gunakan bahan pembersih rumah setelah itu tidak membuat perlindungan kulit dari paparan bahan kimia dengan sarung tangan. Walau sebenarnya, beberapa bahan kimia bisa mengiritasi kulit. Khususnya buat orang yang mempunyai kulit peka atau efek eksim. 

Beberapa bahan pembersih rumah tangga yang menyebabkan eksim, menurut American Academy of Dermatology ialah sabun serta pemutih. Diluar itu beberapa bahan lain yang rawan mengakibatkan iritasi, khususnya pada seorang dengan kulit peka, seperti amonia, amonia hidroksida, fenol, kalium hidroksida, atau natrium bisulfat. 

Bersihkan rumah Anda sampai bersih pasti jadi salah satunya rutinitas yang baik. Tetapi, lihat langkah memakai beberapa bahan pembersih secara benar hingga Anda tidak harus alami permasalahan kesehatan.

Posting Komentar

0 Komentar