Musim Penghujan Tak Kunjung Tiba, Kekeringan di Pangandaran Jadi Imbasnya

Musim-Penghujan-Tak-Kunjung-Tiba,-Kekeringan-di-Pangandaran-Jadi-Imbasnya

Kekeringan di Pangandaran merupakan salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang. Memang sampai hari ini musim penghujan belum juga tiba. Sehingga berbagai daerah di Indonesia terus mengalami kekeringan yang mengganggu aktivitas warga setempat. 

Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan di Pangadaran 

Kebutuhan air bersih menjadi sangat penting dalam setiap kehidupan manusia. Misalnya saja untuk kebutuhan minum, memasak, memberi makan ternak hingga mencuci pakaian. Oleh karena itu ketersediaan air bersih di berbagai kota di Indonesia menjadi tanggungjawab bersama. 

Salah satu sumber bersih ada di sumur, sungai dan waduk. Jika sudah terjadi kemarau panjang maka bisa dipastikan akan terjadi krisis air bersih. Hal ini tentu akan menjadi salah satu bencana alam yang berimbas kepada warganya. 

Seperti halnya yang telah terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada akhir-akhir ini. Menjadi salah satu berita hari ini yang patut kita soroti bersama. Berita terkait Kekeringan di Pangandaran ini telah dilansir oleh harapanrakyat.com. 

Pada berita tersebut disebutkan bahwa seorang anggota Tagana atas Nana Suryana mengatakan bahwa Kabupaten Pangandaran dalam kurang lebih kurun waktu empat bulan sudah menerima bantuan air bersih, akibat desa mereka dilanda kemarau yang panjang. 

Selanjutnya Nana Suryana juga menambahkan keterangan bahwa sudah hampir lebih sekitar 2,4 juta liter air bersih telah dibagikan kepada warga Pangandaran. Akibat sumber-sumber air di desa tersebut sudah lama kering. 

Kekeringan di Pangandaran menjadi salah satu ujian bagi warga sekitar. Karena kita semua mengetahui bagaimana pentingnya air dalam kehidupan makhluk hidup di bumi ini, apalagi kebutuhan air bersih bagi manusia. 

Jadi kedatangan bantuan air bersih sangat membantu warga Pangandaran. Menurut Nana Suryana hingga hari ini pihak Tagana kabupaten Pangandaran terus melakukan penyaluran air bersih di seluruh desa Pangandaran. 

Nana Suryana juga mengatakan bahwa khusus daerah pelosok Pangandaran yang memiliki jarak yang terbilang lumayan jauh dari pusat kota. Maka proses pengiriman air bersih juga akan berjalan lebih lama sekitar 4 sampai 5 jam waktu tempuh. 

Nana Suryana juga menerangkan bahwa air bersih yang diberikan kepada warga Pangandaran yang membutuhkan berasal dari PDAM Pagiri. Rata-rata Tagana melakukan distribusi air pada setiap pengirimannya sekitar satu tangki. 

Bahkan Nana juga menambahkan keterangan hari ini Tagana juga telah mengirim bantuan air bersih kepada warga Dusun Poris, Desa Mangunjaya, Kecamatan Magunjaya sebanyak satu tangki air bersih hari ini untuk kebutuhan warga disana. 

Air bersih sebanyak satu tangki air jika disetarakan bisa mencapai kurang lebih sebanyak 25 ribu liter. Walaupun dengan jumlah hanya sedemikian pihak Tagana tetap berharap air tersebut mampu membantu warga yang sedang mengalami krisis air bersih. 

Pengiriman air bersih ini dilakukan pihak Tagana Pangandaran agar bisa mengurangi kesulitan mereka mendapatkan air bersih akibat berbagai sumber mata air yang mengering. Termasuk Nana berharap distribusi air bersih ini bermanfaat untuk kehidupan warga saat terjadi Kekeringan di Pangandaran ini. 

Nana Suryana mengatakan bahwa hari ini terlihat antusias warga Pangandaran saat mobil tangki air bersih tiba di desa tersebut. Semua berbondong-bondong mendekati mobil tangki dengan membawa wadah air, kemudian warga juga rela antre sambil memegang beberapa wadah air. Hal tersebut dilakukan agar proses pembagian air oleh petugas tetap berjalan dengan lancar dan tertib. 

Walaupun sebenarnya distribusi air bersih ini tidak hanya dilakukan pihak Tagana Pagandaran saja, Nana Suryana mengatakan bahwa ada pihak lain seperti BPDB Pangandaran juga turut memberikan bantuan air bersih kepada warga Pangandaran yang sampai hari ini masih dilanda kekeringan. 

Demikian berita terkait dengan krisis air bersih yang melanda di salah satu daerah di Indonesia akibat kemarau panjang dan musim penguhujan tidak kunjung tiba. Oleh karenanya semoga kejadian ini bisa kita ambil hikmahnya. Menjadikan kita sebagai masyarakat biasa dan pemerintah agar bersama-sama lebih bijak dalam mengelola air bersih, tidak boros dalam penggunaannya sehingga jika terjadi kemarau panjang kita bisa meninimalisir krisis air bersih layaknya seperi kejadian Kekeringan di Pangandaran, Jawa Barat ini. 

Posting Komentar

0 Komentar